subuh sudah mula habis
mata jangan menangis;
biar pagi datang.
mereka yang terawang
ada tak berbayang;
biar dia pergi.
sepurnama tak berbaki
kembali ke kamar sepi;
biar tuhan jaga.
untuk yang rindu dia
di sini menunggu kita;
biar satu hari.
biar pagi datang
biar dia pergi
biar tuhan jaga
biar satu hari
tempoh ini balik ke tangan
bermereka berpimpinan
demi pelukan kabus-kabus
demi indah mengongsi hembus.
aku ada sebab sendiri kenapa ada sedikit aku yang benci pagi raya.
mak akan dipanggil pulang semula. untuk setahun lama.
cepatlah ramadhan, pulang pada genggam aku.
aku rindu dia.
Thursday, September 10, 2009
Wednesday, September 09, 2009
rapat
ketika beliung sedang memecut ke arah mari
aku renung padanya tajam sambil menghirup nafas sedalam2.
aku hitung satu sehingga tiga.
kaki sudah benam di tanah peroi.
kepal sudah keras di tepi belikat.
gigit sudah ketap di pangkal lidah.
rapat.
sini rapat.
sedia. dugaan takkan berhenti ketuk pintu engkau.
aku renung padanya tajam sambil menghirup nafas sedalam2.
aku hitung satu sehingga tiga.
kaki sudah benam di tanah peroi.
kepal sudah keras di tepi belikat.
gigit sudah ketap di pangkal lidah.
rapat.
sini rapat.
sedia. dugaan takkan berhenti ketuk pintu engkau.
Saturday, August 29, 2009
biar jiwa
kau bikinku gigit bibir sendiri
lamakah lagi kita sepi?
kau bikinku renung sinar mentari
lamakah lagi kita begini?
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
berkaliku mintakan dari dulu
usah kau tunggu ucap itu
berkaliku bisikkan pada kamu
usah kau buntu aku milikmu
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
perlukah aku menyebut setiapnya
yang indahku tidak akan ada makna
bila kau sembunyi dan bermain lari-lari
separuh aku sudah pun mati
tak mampukah kau percaya
haruskah ku hebahkannya pada dengki dunia?
tidak bisakah kita sekadar pejam mata
biar jiwa bersuara
biar
biar
biar jiwa
bersuara
not everyone are blessed with the ability to express. so why wont we just let everything but the lips speak up? and oh. song's at the side bar.
lamakah lagi kita sepi?
kau bikinku renung sinar mentari
lamakah lagi kita begini?
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
berkaliku mintakan dari dulu
usah kau tunggu ucap itu
berkaliku bisikkan pada kamu
usah kau buntu aku milikmu
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
perlukah aku menyebut setiapnya
yang indahku tidak akan ada makna
bila kau sembunyi dan bermain lari-lari
separuh aku sudah pun mati
tak mampukah kau percaya
haruskah ku hebahkannya pada dengki dunia?
tidak bisakah kita sekadar pejam mata
biar jiwa bersuara
biar
biar
biar jiwa
bersuara
not everyone are blessed with the ability to express. so why wont we just let everything but the lips speak up? and oh. song's at the side bar.
Friday, August 28, 2009
kemudian
kemudian datang hati pecah;
mintakan darinya apologi yang terpaling
dan senyumkan segala hamun yang diasak
perlu apa dihujah;
kau memang bajingan.
mintakan darinya apologi yang terpaling
dan senyumkan segala hamun yang diasak
perlu apa dihujah;
kau memang bajingan.
Tuesday, August 25, 2009
di
di teriakan cello yang dipanah pendek-pendek
seperti kiraan guru tari bharatnayam yang terpejam-pejam
di degup bunyi yang dihingar pantas-pantas
aku sesak nafas.
kerana di antara cello yang dipanah pendek-pendek
seperti kiraan guru tari bharatnayam yang terpejam-pejam
di degup bunyi yang dihingar pantas-pantas
ada kau melintas.
seperti kiraan guru tari bharatnayam yang terpejam-pejam
di degup bunyi yang dihingar pantas-pantas
aku sesak nafas.
kerana di antara cello yang dipanah pendek-pendek
seperti kiraan guru tari bharatnayam yang terpejam-pejam
di degup bunyi yang dihingar pantas-pantas
ada kau melintas.
Wednesday, August 12, 2009
kalau cuma
dia tarik tangannya
terbang terus ke langit
bersamanya
sambil menjerit
padanya:
engkau cukup tidak, sayang;
kalau
cuma yang ada
cuma kita dua?
terbang terus ke langit
bersamanya
sambil menjerit
padanya:
engkau cukup tidak, sayang;
kalau
cuma yang ada
cuma kita dua?
Friday, August 07, 2009
demi
demi malam yang mungkin tidak sempat habis,
demi siang yang mungkin tidak sempat sampai,
sudah-sudahlah.
demi siang yang mungkin tidak sempat sampai,
sudah-sudahlah.
Friday, July 10, 2009
Sunday, July 05, 2009
apa manusia
bila yang termampu adalah meludah
bila yang tertunggu cuma memuntah
bila yang termangu hanyalah masalah
isi perut
isi mulut
membusut
bagai nanah, ia sekadar menunggu hari
bagai bisul, ia sentiasa dibencigeli.
---
untuk saat-saat itu
yang terludahkan
yang termuntahkan
yang tertunggukan
untuk saat-saat itu
yang dikenang dan dirindu
yang dijulang dan diseteru
akan suatu masa dahulu
pernah aku seorang manusia
yang sememangnya manusia
harus ditahu
seindahciptanya kita
terbancuh hanyir pada dalamnya.
no one is THAT blessed for perfection. love all your pain today. you'd be surprised how beautiful you'd turn out in the future. insyaAllah.
bila yang tertunggu cuma memuntah
bila yang termangu hanyalah masalah
isi perut
isi mulut
membusut
bagai nanah, ia sekadar menunggu hari
bagai bisul, ia sentiasa dibencigeli.
---
untuk saat-saat itu
yang terludahkan
yang termuntahkan
yang tertunggukan
untuk saat-saat itu
yang dikenang dan dirindu
yang dijulang dan diseteru
akan suatu masa dahulu
pernah aku seorang manusia
yang sememangnya manusia
harus ditahu
seindahciptanya kita
terbancuh hanyir pada dalamnya.
no one is THAT blessed for perfection. love all your pain today. you'd be surprised how beautiful you'd turn out in the future. insyaAllah.
Wednesday, June 24, 2009
ilmu nombor
lima ratus tujuh puluh empat langkah
ke arah selatan
selepas empat puluh enam langkah
kau hayunkan
sejak orakan pertama kau ambil tadi.
satu ratus lapan puluh dua hentak
jantung dipaksa
melebihi jumlah sepatutnya hentak
kiraan biasa
sejak kosa terakhir kau ucap tadi.
sebelas juta empat ratus tiga puluh empat ribu
tujuh ratus enam puluh lima saat sudah berlalu
tapi daya belum ada untuk aku langkah sekali
hentak belum mampu untuk aku suruh berhenti.
sial.
kalaulah tidak aku cerdik ilmu nombor,
pasti tidak secair ini aku lebur.
ke arah selatan
selepas empat puluh enam langkah
kau hayunkan
sejak orakan pertama kau ambil tadi.
satu ratus lapan puluh dua hentak
jantung dipaksa
melebihi jumlah sepatutnya hentak
kiraan biasa
sejak kosa terakhir kau ucap tadi.
sebelas juta empat ratus tiga puluh empat ribu
tujuh ratus enam puluh lima saat sudah berlalu
tapi daya belum ada untuk aku langkah sekali
hentak belum mampu untuk aku suruh berhenti.
sial.
kalaulah tidak aku cerdik ilmu nombor,
pasti tidak secair ini aku lebur.
Sunday, June 21, 2009
then she
then she cries herself to sleep
like the thousand nights before
though she knows she's in too deep
she is strong for millions more
then she sings a melody
of her heartbreaks and burning thorns
and she hums them truthfully
there the silence heard her mourns
is there anyone out there?
would you lie to her you care?
oh cruel, cruel nights
she thinks you are her only friend
don't you give ways for the lights
she found comfort in your hand
then she smiles to greet her dreams
if only life would be as kind
with bunny rains and milky streams
cherry kisses and chocolate buns
then she prays to never wake up
cause her shivers wont stop the dawn
she fills her tears in a cup
and drinks them all while she mourns
is there anyone out there?
would you lie to me you care?
sesuatu yang aku bikin, tentang kesunyian malam. untuk mendengarnya, sila tekan butang play di tingkap sisi tangan kiri kamu.
like the thousand nights before
though she knows she's in too deep
she is strong for millions more
then she sings a melody
of her heartbreaks and burning thorns
and she hums them truthfully
there the silence heard her mourns
is there anyone out there?
would you lie to her you care?
oh cruel, cruel nights
she thinks you are her only friend
don't you give ways for the lights
she found comfort in your hand
then she smiles to greet her dreams
if only life would be as kind
with bunny rains and milky streams
cherry kisses and chocolate buns
then she prays to never wake up
cause her shivers wont stop the dawn
she fills her tears in a cup
and drinks them all while she mourns
is there anyone out there?
would you lie to me you care?
sesuatu yang aku bikin, tentang kesunyian malam. untuk mendengarnya, sila tekan butang play di tingkap sisi tangan kiri kamu.
Friday, June 19, 2009
benci
bencinya setiap kali melihat
bencinya setiap kali kau mendapat --
walau sekadar senyuman, aku benci
apatah lagi bila kau tidak reti--
menyimpan walau senyuman
kalau ku dapatkan
akan aku simpan di dalam kotak kecil
dan kotak itu akan aku tanamkan.
bencinya melihat
bencinya melihat
melihat kau--
dipuja dia
dirangkul si dia
dipegang si dia
dimanja si dia
dibelai si dia
dipuji dipuja
dimanja segala.
benci
benci
kekasih seumpama itu sepatutnya kau tatangkan sampai ke awan biru
sepatutnya setiap inci kulit itu kau bau dan kau simpan ke mana-mana pergimu
bencinya melihat kamu dikasih disayang
bencinya aku melihat kamu kerana aku mau dipegang
sebegitu indahnya sebegitu rasanya
sebegitu mencinta sebegitu rasanya
***
hey manusia, kau terlalu jauh walhal sejengkal jarak kita
hey manusia, lihatkan aku lihat depang ini terbuka
di suatu masa yang kamu dibuang ke kiri kanan sini sana
aku sudi mengambilmu walau di celah mana-mana
aku ingin engkau melihat aku tapi tembok tinggi mengekang jiwaku
aku mau dilihat sebagaimana kau melihat
aku ingin dipegang sebagaimana kau memegang
aku ingin dicinta
tapi kau bukan milik saya
milik saya
milik saya
milik saya
benci
benci
benci
ku bunuh dia malam ini
aku curi kisah seorang audien siang itu ketika di 3 venus. ditulis rahsianya dalam nota kecil, tanpa nama: "aku mencintai kekasih teman aku sendiri. dan dia sangat dekat, sekarang ini". dem. aku suka. untuk video, ke sini.
puisi ini terbahagi pada tiga bahagian. pertama: dialamatkan untuk si-bertuah-mendapat-manusia-yang-kita-puja. kedua: dialamatkan untuk manusia-yang-kita-puja. ketiga: dialamatkan untuk diri sendiri. *senyum*
bencinya setiap kali kau mendapat --
walau sekadar senyuman, aku benci
apatah lagi bila kau tidak reti--
menyimpan walau senyuman
kalau ku dapatkan
akan aku simpan di dalam kotak kecil
dan kotak itu akan aku tanamkan
bencinya melihat
melihat kau--
dipuja dia
dirangkul si dia
dipegang si dia
dimanja si dia
dibelai si dia
dipuji dipuja
dimanja segala
benci
sepatutnya setiap inci kulit itu kau bau dan kau simpan ke mana-mana pergimu
bencinya melihat kamu dikasih disayang
bencinya aku melihat kamu kerana aku mau dipegang
sebegitu indahnya sebegitu rasanya
sebegitu mencinta sebegitu rasanya
***
hey manusia, lihatkan aku lihat depang ini terbuka
aku sudi mengambilmu walau di celah mana-mana
aku mau dilihat sebagaimana kau melihat
aku ingin dipegang sebagaimana kau memegang
aku ingin dicinta
milik saya
milik saya
milik saya
benci
benci
benci
aku curi kisah seorang audien siang itu ketika di 3 venus. ditulis rahsianya dalam nota kecil, tanpa nama: "aku mencintai kekasih teman aku sendiri. dan dia sangat dekat, sekarang ini". dem. aku suka. untuk video, ke sini.
puisi ini terbahagi pada tiga bahagian. pertama: dialamatkan untuk si-bertuah-mendapat-manusia-yang-kita-puja. kedua: dialamatkan untuk manusia-yang-kita-puja. ketiga: dialamatkan untuk diri sendiri. *senyum*
Labels:
3venus,
performasi,
syafiq zakaria,
tri soundhause
Thursday, June 18, 2009
cerita anak kecil dalam jamban
ini kisah tentang seorang perempuan
seorang gadis yang masa itu masih kecil dan perawan
pejamkan mata dan bayangkan saja situasinya berada
di dalam suatu tempat kecil
terpuruk
yang kau namakan jamban
aku tidak tahu tentang kamu-kamu
aku tidak tahu apa cerita kamu
tapi ini cerita aku, maka dengarkan
ambil mata kamu dan paku
dengar cerita aku disuatu masa
ketika dahulu di suatu masa
mengangis sendiri di suatu masa
tentang diri sendiri di suatu masa
aku dibesarkan dimanja, disayang
aku dibesarkan dengan segala rasa
aku dibesarkan dengan penuh cinta
aku dibesarkan biasa saja
ayahbonda, kenapa bohong?
kenapa engkau hendak bohong?
dulu dikata akulah raja puteri jelita
sekalian rakyat jelata akan mencemburui jiwa aku
tapi ayahbonda,
dunia tidak mahukan jiwa aku!
yang dihendakkan cuma
wajah dan rupa saja
wahai ayahbonda,
kenapa engkau bohong saya?
aku dibesarkan sebagai seorang gadis
yang gemuk, pendek, busuk, tak cerdik
aku dikatakan orang
"hey babi,
kenapa engkau sangat jelik?"
wahai ayahbonda, kenapa dibohong?
aku ini bukan di sini
tempat aku tak sepatutnya dibiarkan di luar pergi
aku patut disimpan di suatu tempat
di mana cuma ada ayah ibu
di mana mereka 'kan sayang aku
untuk siapa aku
untuk siapa aku
bila aku keluar, aku dikeji
bia aku di luar, aku dimaki
kerana yang dimahukan cuma wajah rupa seri
ayahbonda,
kenapa bohong saya?
ayahbonda,
kenapa tak cerita?
dunia tempat kejam
dunia macam-macam
depa tak suka saya
depa tak cinta saya
kenapa ayah?
kenapa bonda?
tak dikhabarkan tentang mereka-mereka
yang tak sukakan siapa saya
yang hendak dari dulu menjadi saya
mereka semua hendak saya
jadi cantik, badan jelita
tapi itu memang bukan saya
bukan saya
bukan saya
maka apakah aku harus pergi
duduk di rumah dan terus mati?
apakah aku tinggal di sini
tak akan pergi?
tak akan pergi?
dunia tempat kejam
dunia macam-macam
tapi jangan sedar dengarkan semua kata mereka
dunia memang kejam
dunia macam-macam
tapi janganlah engkau percaya kata mereka
biar kita begini saja;
buruk, gemuk,
besar, cantik.
biar saja diri kita;
cantik, molek,
hodoh, jelik.
siapa kita, itu kita
cinta saja jiwa kita
kalau mereka tak suka, pergi mampus!
tak apa.
tak apa
tak suka
tak apa
ini sisa-sisa rasa
rasa jiwa yang luka
kalau jamban boleh bercakap, aku rasa, banyak rahsia kita akan dibongkar. cermin jamban banyak berjasa pada aku. mungkin tidak pada orang lain. aku tidak tahu. dengar puisi ini di sini.
seorang gadis yang masa itu masih kecil dan perawan
pejamkan mata dan bayangkan saja situasinya berada
di dalam suatu tempat kecil
terpuruk
yang kau namakan jamban
aku tidak tahu tentang kamu-kamu
aku tidak tahu apa cerita kamu
tapi ini cerita aku, maka dengarkan
ambil mata kamu dan paku
dengar cerita aku disuatu masa
ketika dahulu di suatu masa
mengangis sendiri di suatu masa
tentang diri sendiri di suatu masa
aku dibesarkan dimanja, disayang
aku dibesarkan dengan segala rasa
aku dibesarkan dengan penuh cinta
aku dibesarkan biasa saja
ayahbonda, kenapa bohong?
kenapa engkau hendak bohong?
dulu dikata akulah raja puteri jelita
sekalian rakyat jelata akan mencemburui jiwa aku
tapi ayahbonda,
dunia tidak mahukan jiwa aku!
yang dihendakkan cuma
wajah dan rupa saja
wahai ayahbonda,
kenapa engkau bohong saya?
aku dibesarkan sebagai seorang gadis
yang gemuk, pendek, busuk, tak cerdik
aku dikatakan orang
"hey babi,
kenapa engkau sangat jelik?"
wahai ayahbonda, kenapa dibohong?
aku ini bukan di sini
tempat aku tak sepatutnya dibiarkan di luar pergi
aku patut disimpan di suatu tempat
di mana cuma ada ayah ibu
di mana mereka 'kan sayang aku
untuk siapa aku
untuk siapa aku
bila aku keluar, aku dikeji
bia aku di luar, aku dimaki
kerana yang dimahukan cuma wajah rupa seri
ayahbonda,
kenapa bohong saya?
ayahbonda,
kenapa tak cerita?
dunia tempat kejam
dunia macam-macam
depa tak suka saya
depa tak cinta saya
kenapa ayah?
kenapa bonda?
tak dikhabarkan tentang mereka-mereka
yang tak sukakan siapa saya
yang hendak dari dulu menjadi saya
mereka semua hendak saya
jadi cantik, badan jelita
tapi itu memang bukan saya
bukan saya
bukan saya
maka apakah aku harus pergi
duduk di rumah dan terus mati?
apakah aku tinggal di sini
tak akan pergi?
tak akan pergi?
dunia tempat kejam
dunia macam-macam
tapi jangan sedar dengarkan semua kata mereka
dunia memang kejam
dunia macam-macam
tapi janganlah engkau percaya kata mereka
biar kita begini saja;
buruk, gemuk,
besar, cantik.
biar saja diri kita;
cantik, molek,
hodoh, jelik.
siapa kita, itu kita
cinta saja jiwa kita
kalau mereka tak suka, pergi mampus!
tak apa.
tak apa
tak suka
tak apa
ini sisa-sisa rasa
rasa jiwa yang luka
kalau jamban boleh bercakap, aku rasa, banyak rahsia kita akan dibongkar. cermin jamban banyak berjasa pada aku. mungkin tidak pada orang lain. aku tidak tahu. dengar puisi ini di sini.
Labels:
pentas 152,
performasi,
syafiq zakaria,
wani ardy
Wednesday, June 17, 2009
over
what more do you want to hear from me?
is there anything you wish to see?
a joke? a laugh? a smile? a cry?
a scream? a song? a lullaby?
see i know we are not who we were
i live in denial, remember?
so please don't ask me to open my eyes
don't wanna wake up and realize--
the honeymoon's over
that i should better
be mature.
i'm sorry i do not know what to say
do understand i'm breaking, but hey
when you tell me that you are leaving
don't think i did not see it coming
see, of course i saw we no longer
having stuff we enjoy together
but can we play along our part
and not parade this change of heart?
are you really sure
that we off better
and over?
what more can i say when you wish to leave today
i wont break down now and burst
but --
would you like to have one last breakfast?
jgn risau. ini cuma lagu yang saya bikin dengan ukulele hadiah dari suami saya.
:)
is there anything you wish to see?
a joke? a laugh? a smile? a cry?
a scream? a song? a lullaby?
see i know we are not who we were
i live in denial, remember?
so please don't ask me to open my eyes
don't wanna wake up and realize--
the honeymoon's over
that i should better
be mature.
i'm sorry i do not know what to say
do understand i'm breaking, but hey
when you tell me that you are leaving
don't think i did not see it coming
see, of course i saw we no longer
having stuff we enjoy together
but can we play along our part
and not parade this change of heart?
are you really sure
that we off better
and over?
what more can i say when you wish to leave today
i wont break down now and burst
but --
would you like to have one last breakfast?
jgn risau. ini cuma lagu yang saya bikin dengan ukulele hadiah dari suami saya.
:)
Thursday, May 21, 2009
minta sesaat lagi
minta sesaat lagi,
kerana seluruh nafas
selama hidup
telah tertumpah dan terbazir.
minta sesaat lagi,
supaya sempat
aku redhakan
satu persatu getir.
minta sesaat lagi,
untuk aku maknakan
sia-sia nyawaku
dahulu.
minta sesaat lagi,
kau perlu tahu
milik siapa sebenarnya
hati aku.
i wrote this last year, with an imagination of a couple living in denial coming clean
kerana seluruh nafas
selama hidup
telah tertumpah dan terbazir.
minta sesaat lagi,
supaya sempat
aku redhakan
satu persatu getir.
minta sesaat lagi,
untuk aku maknakan
sia-sia nyawaku
dahulu.
minta sesaat lagi,
kau perlu tahu
milik siapa sebenarnya
hati aku.
i wrote this last year, with an imagination of a couple living in denial coming clean
Tuesday, May 19, 2009
amuk gadis kerasukan
dia bergelut sama malam yang paling beku dan kejam,
dia bertangkis sama subuh yang paling menghambur,
dia nekad.
dia berebut sama siang yang paling terik dan mengancam,
dia berpengkes sama setiaphari-setiaphari yang paling menghancur,
dia nekad.
harimau, naga dan rajawali pun tidak mampu menggodak tekadnya.
dia mahu merempuh gunung batu dan menapak di muka air laut beracun.
dia hendak menempik pada bongkas ais yang sedang bersedia untuk jatuh ke tulang rusuknya.
ini amuk yang menakutkan, wahai tuan-tuan, sepanjang kurun.
sehinggalah dilayangkan sebutir itu yang seperti bayu bening
pantas ke pipinya yang begitu mulus tapi tidak kering dek air mata.
ah.
betapa dia benci di setiap terletaknya bibir si lelaki itu di permukaan antara hujung mata dan bibirnya,
semuanya kembali menjadi sentosa.
celaka.
dia bertangkis sama subuh yang paling menghambur,
dia nekad.
dia berebut sama siang yang paling terik dan mengancam,
dia berpengkes sama setiaphari-setiaphari yang paling menghancur,
dia nekad.
harimau, naga dan rajawali pun tidak mampu menggodak tekadnya.
dia mahu merempuh gunung batu dan menapak di muka air laut beracun.
dia hendak menempik pada bongkas ais yang sedang bersedia untuk jatuh ke tulang rusuknya.
ini amuk yang menakutkan, wahai tuan-tuan, sepanjang kurun.
sehinggalah dilayangkan sebutir itu yang seperti bayu bening
pantas ke pipinya yang begitu mulus tapi tidak kering dek air mata.
ah.
betapa dia benci di setiap terletaknya bibir si lelaki itu di permukaan antara hujung mata dan bibirnya,
semuanya kembali menjadi sentosa.
celaka.
Tuesday, May 12, 2009
selamat hari ibu.
bunyi mendesir diterpanggangnya bawang putih
harum membersin ditertumisnya rencah lada kering
telah lama mati sekali dengan terkatupnya dapur.
aku tersedar untuk kali ke lapan ribu,
bunda sudah lama berumah di kubur.
harum membersin ditertumisnya rencah lada kering
telah lama mati sekali dengan terkatupnya dapur.
aku tersedar untuk kali ke lapan ribu,
bunda sudah lama berumah di kubur.
Saturday, May 09, 2009
maaf lagi dan lagi
maaf,
tidak aku tidak lagipunya hati lagi.
maaf,
memang aku memang lagi
punya pacar gelap lagi.
terjumpa puisi lama dalam draft.
Thursday, May 07, 2009
semboyan
lagu ini adalah untuk kita semua dengarkan beramai-ramai
lagu ini adalah untuk kita dengarkan dan ambil perhatian
lagu ini untuk kita bangkitkan
lagu ini untuk kita jeritkan
lagu ini aku hendak panggilkan suatu semboyan
untuk sesiapa yang pernah hidup merasa ditekan, merasa dikambus
untuk sesiapa yang pernah mati bukan sekali berkali-kali
wahai kawan-kawan,
wahai pakcik-pakcik,
wahai makcik-makcik,
wahai tuan-tuan;
pernahkah kamu merasakan apa di dalam hati yang kau tekankan?
berapa ramai manusia ada di keliling kamu membeda-beda?
"siapa yang itu?"
"siapa yang ini?"
"siapa yang sana?"
"siapa di sini?"
kau rasakan begitu marah
kau rasakan sudah tak gagah
kau rasakan sangat sedih
kau rasakan sangat pedih
semua yang telah kita lakukan
sudah terlalu sempurna --
tapi kenapa saja
mengapa saja
selalu salah di mata mereka?
kita katakan kita mahu ini
kita katakan kita mahu itu
tapi aku hendak tanya kenapa cuma di dalam hati kamu?
wahai semua, bangkit sekarang!
sampai bila hendak kalah di perang?
bila-bila akan mati
tapi adakah hari ini?
puisi ini adalah untuk kita2 yang pengecut untuk menjadi apa yang kita mahu jadi. lagu ini adalah hasil kimia saya, tri, syafiq dan wani ardy yang tidak tidur sepanjang malam melayan denting ini. karya ini benar2 karib dengan kami. untuk video, klik sini.
lagu ini adalah untuk kita dengarkan dan ambil perhatian
lagu ini untuk kita bangkitkan
lagu ini untuk kita jeritkan
lagu ini aku hendak panggilkan suatu semboyan
untuk sesiapa yang pernah hidup merasa ditekan, merasa dikambus
untuk sesiapa yang pernah mati bukan sekali berkali-kali
wahai kawan-kawan,
wahai pakcik-pakcik,
wahai makcik-makcik,
wahai tuan-tuan;
pernahkah kamu merasakan apa di dalam hati yang kau tekankan?
berapa ramai manusia ada di keliling kamu membeda-beda?
"siapa yang itu?"
"siapa yang ini?"
"siapa yang sana?"
"siapa di sini?"
kau rasakan begitu marah
kau rasakan sudah tak gagah
kau rasakan sangat sedih
kau rasakan sangat pedih
buka langkah jalan megahkadang-kadang kita rasakan
jangan gentar halilintar
buka langkah jalan megah
jangan takut awan ribut
buka mata buka telinga
dengar saja suara kita
semua yang telah kita lakukan
sudah terlalu sempurna --
tapi kenapa saja
mengapa saja
selalu salah di mata mereka?
kita katakan kita mahu ini
kita katakan kita mahu itu
tapi aku hendak tanya kenapa cuma di dalam hati kamu?
wahai semua, bangkit sekarang!
sampai bila hendak kalah di perang?
bila-bila akan mati
tapi adakah hari ini?
buka langkah jalan megah
jangan gentar halilintar
buka langkah jalan megah
jangan takut awan ribut
buka langkah jalan megah
jangan gentar halilintar
buka langkah jalan megah
jangan takut awan ribut
buka mata dan telinga
jangan takut pada semua
buka langkah jalan megah
jangan takut awan ribut
puisi ini adalah untuk kita2 yang pengecut untuk menjadi apa yang kita mahu jadi. lagu ini adalah hasil kimia saya, tri, syafiq dan wani ardy yang tidak tidur sepanjang malam melayan denting ini. karya ini benar2 karib dengan kami. untuk video, klik sini.
Labels:
pentas 152,
performasi,
syafiq zakaria,
wani ardy
Wednesday, May 06, 2009
telah juga sudah selesai
hey kekasih, lihat sini di jari aku ada apa
ini hati engkau yang semalam kau pesan
untuk aku perhati hati-hati dan jaga-jaga;
dan itu, telah aku lakukan.
hey kekasih, mari sini rapat sedikit pada aku
ini masih berdarah, katamu, baru dikeluarkan
untuk aku pertonton tiap saat peliharakan itu;
dan itu, telah juga aku lakukan.
hey kekasih, dekat sini kerana aku ada tanya
inikah hati engkau yang masih merah 'tuk disimpan
untuk aku perhati pertonton buat selama-lama?
kerana itu, telah juga sudah aku lakukan.
hey kekasih, jawab sini dan jangan engkau kaku
ini yang kau sebut suci demiku apakah mainan
untuk aku kau olok-olok, bodoh-bodoh, batu-batu?
kerana itu, telah juga sudah selesai aku lakukan.
ini di jari aku bukan hati merah berdarah suci
cuma tembikar, bersalut getah manggis warnanya.
lihat sini, mari sini, dekat sini, jawab sini;
kerana setelah sudah selesai aku lakukan semua,
ku mahu tahu mana sebenarnya kau punya hati.
ini hati engkau yang semalam kau pesan
untuk aku perhati hati-hati dan jaga-jaga;
dan itu, telah aku lakukan.
hey kekasih, mari sini rapat sedikit pada aku
ini masih berdarah, katamu, baru dikeluarkan
untuk aku pertonton tiap saat peliharakan itu;
dan itu, telah juga aku lakukan.
hey kekasih, dekat sini kerana aku ada tanya
inikah hati engkau yang masih merah 'tuk disimpan
untuk aku perhati pertonton buat selama-lama?
kerana itu, telah juga sudah aku lakukan.
hey kekasih, jawab sini dan jangan engkau kaku
ini yang kau sebut suci demiku apakah mainan
untuk aku kau olok-olok, bodoh-bodoh, batu-batu?
kerana itu, telah juga sudah selesai aku lakukan.
ini di jari aku bukan hati merah berdarah suci
cuma tembikar, bersalut getah manggis warnanya.
lihat sini, mari sini, dekat sini, jawab sini;
kerana setelah sudah selesai aku lakukan semua,
ku mahu tahu mana sebenarnya kau punya hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)