kasih
kesatkanlah airmata
ku dah tiba
kasih
percayalah aku kan ada
sampai tua
ini sumpahku padamu
usah kau patah dan layu
garing siang malam beku
pasakku teguh untukmu
mungkin taufan akan surut
tetap datang petir ribut
setiapnya aku sambut
untukmu takkan ku takut
kasih
biarkanlah apa saja
takdir kita
kasih
pegangkanlah jariku lama
sampai tua
ini sumpahku padamu
usah kau patah dan layu
garing siang malam beku
pasakku teguh untukmu
mungkin taufan akan surut
tetap datang petir ribut
setiapnya aku sambut
untukmu takkan ku takut
dan malam takkan berhenti menghirup nyawamu kasih
dan siang akan berterus meratahmu sampai bersih
aman saja aku ada
dihirupratah pun tetap berpimpinan berdua
sampai tua
aku ada
sampai tua
takkan ku takut
hazrilfitri arjuna jiwa aku, semoga aku hidup dengan sumpah ini dalam jantung aku. biar apa saja datang hari ini, berhabis besoknya, tetap aku ada, untuk sesuatu yang akan datang hari depan2nya. selagi diizin tuhan, semoga ke tua cinta ini.
lagu ada di sisip tepi. (mungkin tidak lama, kerana masih belum siap)
Tuesday, December 15, 2009
Monday, November 16, 2009
jenguk jengah intai lihat
minta dijengukkan sang aku ini
sekala sekali di bila-bila yang disudi.
minta dijengahkan tanpa benci
sekala sekali di masa-masa yang dibagi.
minta diintaikan apakala sempat
sekala sekali di detik-detik yang dapat.
minta dilihatkan aku yang memayat
sekala sekali di waktu-waktu yang geliat.
takut-takut sudah membusuk bangkai aku
tak terperasan dek mata kamu
yang disibuk cahaya baru.
bila di masa yang dijengukjengahkan;
semoga ia adalah pada datangnya gelap malam rawan.
kerna detik di waktu itu janganlah diintailihatkan
bersuluh suriamu menjelas pandangan.
cukup-cukuplah seluruh alam menzikirpuji dia
mengkebumi aku sebelum mati.
sekala sekali di bila-bila yang disudi.
minta dijengahkan tanpa benci
sekala sekali di masa-masa yang dibagi.
minta diintaikan apakala sempat
sekala sekali di detik-detik yang dapat.
minta dilihatkan aku yang memayat
sekala sekali di waktu-waktu yang geliat.
takut-takut sudah membusuk bangkai aku
tak terperasan dek mata kamu
yang disibuk cahaya baru.
bila di masa yang dijengukjengahkan;
semoga ia adalah pada datangnya gelap malam rawan.
kerna detik di waktu itu janganlah diintailihatkan
bersuluh suriamu menjelas pandangan.
cukup-cukuplah seluruh alam menzikirpuji dia
mengkebumi aku sebelum mati.
Friday, October 30, 2009
no more
there was once a little girl
living in a paper house
but oh she’s happy in her world
dancing with her torn up blouse
there was once a little boy
who had the stars as his own roof
and oh he’s one with all the joy
he never cared to fix his goof
twirl, baby, twirl
fly, baby, high
go on, soar
once more
somehow they found each other’s hand
never did they let them go
silent songs filled up the land
with melodies only they know
somehow the jealous wind went mad
and stirred a storm between those two
they lost the only thing they had
without the chance to bid adieu
twirl, baby, twirl
fly, baby, high
like before
once more
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
they are happy no more
they know joy no more
they can dance no more
they will sing no more
no more
no more
no more
no more
cause they've no joy afterall.
kau tidak mungkin tahu betapa bolongnya engkau selagi kau belum rasa penuh. dengarkan rintih sunyi. lagu ada di sisi kiri ini.
living in a paper house
but oh she’s happy in her world
dancing with her torn up blouse
there was once a little boy
who had the stars as his own roof
and oh he’s one with all the joy
he never cared to fix his goof
twirl, baby, twirl
fly, baby, high
go on, soar
once more
somehow they found each other’s hand
never did they let them go
silent songs filled up the land
with melodies only they know
somehow the jealous wind went mad
and stirred a storm between those two
they lost the only thing they had
without the chance to bid adieu
twirl, baby, twirl
fly, baby, high
like before
once more
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
isn’t it cruel?
they are happy no more
they know joy no more
they can dance no more
they will sing no more
no more
no more
no more
no more
cause they've no joy afterall.
kau tidak mungkin tahu betapa bolongnya engkau selagi kau belum rasa penuh. dengarkan rintih sunyi. lagu ada di sisi kiri ini.
Tuesday, October 06, 2009
titah suruh
dipelanting, diperhambat dan diperasak;
tertitah untuk berkelana
perintah sampai selamanya.
diperosok, dipaksakan dan diperhenyak;
tersuruh untuk menerima
menjauh sampai bila-bila.
titahlah suruhlah
seling sekali cambuk duri berbisa jengking
titahlah suruhlah
bubuh sekali kapak karat yang lapar daging
tercerai jasad cuma
bukan ruhnya.
bukan ruhnya.
tertitah untuk berkelana
perintah sampai selamanya.
diperosok, dipaksakan dan diperhenyak;
tersuruh untuk menerima
menjauh sampai bila-bila.
titahlah suruhlah
seling sekali cambuk duri berbisa jengking
titahlah suruhlah
bubuh sekali kapak karat yang lapar daging
tercerai jasad cuma
bukan ruhnya.
bukan ruhnya.
Thursday, September 10, 2009
purnama tak berbaki
subuh sudah mula habis
mata jangan menangis;
biar pagi datang.
mereka yang terawang
ada tak berbayang;
biar dia pergi.
sepurnama tak berbaki
kembali ke kamar sepi;
biar tuhan jaga.
untuk yang rindu dia
di sini menunggu kita;
biar satu hari.
biar pagi datang
biar dia pergi
biar tuhan jaga
biar satu hari
tempoh ini balik ke tangan
bermereka berpimpinan
demi pelukan kabus-kabus
demi indah mengongsi hembus.
aku ada sebab sendiri kenapa ada sedikit aku yang benci pagi raya.
mak akan dipanggil pulang semula. untuk setahun lama.
cepatlah ramadhan, pulang pada genggam aku.
aku rindu dia.
mata jangan menangis;
biar pagi datang.
mereka yang terawang
ada tak berbayang;
biar dia pergi.
sepurnama tak berbaki
kembali ke kamar sepi;
biar tuhan jaga.
untuk yang rindu dia
di sini menunggu kita;
biar satu hari.
biar pagi datang
biar dia pergi
biar tuhan jaga
biar satu hari
tempoh ini balik ke tangan
bermereka berpimpinan
demi pelukan kabus-kabus
demi indah mengongsi hembus.
aku ada sebab sendiri kenapa ada sedikit aku yang benci pagi raya.
mak akan dipanggil pulang semula. untuk setahun lama.
cepatlah ramadhan, pulang pada genggam aku.
aku rindu dia.
Wednesday, September 09, 2009
rapat
ketika beliung sedang memecut ke arah mari
aku renung padanya tajam sambil menghirup nafas sedalam2.
aku hitung satu sehingga tiga.
kaki sudah benam di tanah peroi.
kepal sudah keras di tepi belikat.
gigit sudah ketap di pangkal lidah.
rapat.
sini rapat.
sedia. dugaan takkan berhenti ketuk pintu engkau.
aku renung padanya tajam sambil menghirup nafas sedalam2.
aku hitung satu sehingga tiga.
kaki sudah benam di tanah peroi.
kepal sudah keras di tepi belikat.
gigit sudah ketap di pangkal lidah.
rapat.
sini rapat.
sedia. dugaan takkan berhenti ketuk pintu engkau.
Saturday, August 29, 2009
biar jiwa
kau bikinku gigit bibir sendiri
lamakah lagi kita sepi?
kau bikinku renung sinar mentari
lamakah lagi kita begini?
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
berkaliku mintakan dari dulu
usah kau tunggu ucap itu
berkaliku bisikkan pada kamu
usah kau buntu aku milikmu
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
perlukah aku menyebut setiapnya
yang indahku tidak akan ada makna
bila kau sembunyi dan bermain lari-lari
separuh aku sudah pun mati
tak mampukah kau percaya
haruskah ku hebahkannya pada dengki dunia?
tidak bisakah kita sekadar pejam mata
biar jiwa bersuara
biar
biar
biar jiwa
bersuara
not everyone are blessed with the ability to express. so why wont we just let everything but the lips speak up? and oh. song's at the side bar.
lamakah lagi kita sepi?
kau bikinku renung sinar mentari
lamakah lagi kita begini?
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
berkaliku mintakan dari dulu
usah kau tunggu ucap itu
berkaliku bisikkan pada kamu
usah kau buntu aku milikmu
alangkan bulan terang
hilang nyawa tanpa bintang
apalagi aku
alangkan bunga kembang
pudar warna tanpa siang
bayangkan aku
perlukah aku menyebut setiapnya
yang indahku tidak akan ada makna
bila kau sembunyi dan bermain lari-lari
separuh aku sudah pun mati
tak mampukah kau percaya
haruskah ku hebahkannya pada dengki dunia?
tidak bisakah kita sekadar pejam mata
biar jiwa bersuara
biar
biar
biar jiwa
bersuara
not everyone are blessed with the ability to express. so why wont we just let everything but the lips speak up? and oh. song's at the side bar.
Subscribe to:
Posts (Atom)