Sunday, January 20, 2008

puisi buat ayahanda

ayah
kita memang tak pernah berkawan baik
bila kita senyum, terasa pelik

ayah
kadang-kadang yang keluar, yang aku rasakan
tidak sama dengan apa yang aku katakan

kita semakin jauh bila bunda tiada
bunda pergi tinggalkan kita waktu kita paling tidak terasa

oh¬
puisi buat ayahanda
lagu cinta buat ayahanda

kita bukannya orang yang paling rapat dalam dunia, ayah
rasa dalam jiwa ini kadang-kadang ada masanya goyah

semenjak bunda pergi kamu kuncikan diri itu
padahal di masa itu waktu aku paling perlu

oh¬
puisi buatmu ayahanda
lagu cinta untuk ayahanda

di setiap waktu itu selama 13 tahun tiada ibu
kau bersembunyi di belakang pintu
memanggil-manggil nama ibu

aku dengar ayah, aku rasa
perginya ibu mmg tidak adil, tapi kita harus biasa!

puisi buatmu ayahanda
lagu cinta buat ayahanda

maaf, ayah
ada satu waktu itu yang mana aku pula menjauhkan diri dari kamu
aku rangkul teman-teman
aku benci sama kamu
aku baling semua itu
aku pergi pada kawanku

kemudian aku katakan:
"ayah, kamu takkan faham apa aku rasa"
"ayah, apa yang aku ada di dalam ini semuanya kerana kamu tidak reti menjaga"

aku lemparkan kata2 nista buat ayahanda

bersorak bergempita syaitan-syaitan di tepi tangga
mengatakan "tahniah! tahniah buatmu juga"

puisi buatmu ayahanda
lagu cinta buat ayahanda

kemudian di satu hari itu, jika kamu tau
dan jika kamu mau tau
di satu malam pekat aku keluar dari rumah
tanpa sesiapa yang melihat

lari
bagai pengecut
aku lari

lari dari cinta ayahanda
lari dari segala
lari dari segala-galanya
kerna ku alpa

ku kata semua salah ayahanda

ku rangkul teman2 ku kembali
ku pergi sana sini
ku berpesta joli
ku suka
ke sana ke sini bersama semua
semua gila

kemudian ku pikir kembali
siapa memegang aku di saat ku jatuh

ku biarkan semua rasa di dalam diriku ini
dan semua rasanya tersimpan dan berbudi

oh ayahanda
oh ayahanda
oh ayahanda
oh ayahanda

berada di kejauhan itu mmg tenang
bersama kawan-kawan mmg senang
bersama semua orang memang senang

tapi di waktu pekat malam
siapa ada untuk mengatakan rasa cinta
siapa ada untuk mengatakan
"anakanda kamu milik ayahanda"
"anakanda kamu milik ayahanda"
"anakanda kamu milik ayahanda"

ah!

aku katakan
aku mau pulang, ini bukan dunia aku!
aku mau pulang, ayah!
mau pulang pada kamu!

aku mau pulang, ayah!
aku mau pulang!

kembalikan!
kembalikan ayahanda!

oh! ayahanda!
ku mau pulang pada ayahanda
di sini cintamu tiada
di sini cinta tiada

cuma orang-orang yang beramai-ramai
tapi di dalam hatiku sungguh berdamai
dengan hanya memikirkan ayahanda

ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang pada ayahanda

ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang
ku mau pulang pada ayahanda

oh!

have u ever feel so fed up that u leave everything behind? and that leaving is not the answer of your inclompleteness? that you wish you would just come back home and say, this life is just enough for me. enough. love your family, whole they're there. thank you tongkat, for the wonderful music. for video, click here.

4 comments:

n u r i d r i n said...

masa ni, hidup mcm serabut kan?
sekarang tak lagi dah, kan?

antibiotic said...

actually...
aku pling ske puisi ni... memg gempak....!!!
first impression tgk video ni memg dah agak best.....
so....tahniah la...
xpe la klu x terangkan maksud dalam puisi ni.. sume orang pn tau, yg tanggung lagi tahu...

pejalankaki said...

kita ini si anak anak, sering lihat cuma pd satu sudut. diletak kan ibu paling atas sampai terlupa akan ayah. disayang ibu terlalu dalam sehingga alpa pd ayah. kerana sudah diajar, syurga di bawah tapak kaki ibu. tdk dikata, syurga di bawah tapak kaki ibu ayah.

kebanyakan anak anak terlupa. seperti saya. untung jumpa kakak di sini. menjadikan saya seorang anak skrg yg letak bapak saya sama tanding dgn ibu saya sprt sepatutnya.

p/s: maaf komen pjg. dan, time kakak rap, itu paling menyentuh sebenarnya :)

Azham Vosovic said...

omg... bestnya huhuhuh